Halaman

Rabu, 28 Desember 2016

Serendipity









A happy accident

Pleasant surprise

Fortunate happenstance

Finding out things without being searching for them

Always making discoveries, by accidents and sagacity, of things which they were not in quest of

The occurrence and development of events by chance in a satisfactory or beneficial way, understanding the chance as any event that takes place in the absence of any obvious project (randomly or accidentally), which is not relevant to any present need, or in which the cause is unknown

See bridges where others saw holes






Selasa, 22 November 2016

Edge of Night










Home is behind, the world ahead

And there are many paths to tread

Through shadow, to the edge of night

Until the stars are all alight


Mist and shadow

Cloud and shade

All shall fade

All shall fade





Sabtu, 29 Oktober 2016

Selasa, 16 Agustus 2016

Mereka Cari Jalan, Bukan Cari Uang

Oleh: Rhenald Kasali









Duduk di depan saya dua perempuan muda. Sarjana Hukum lulusan UI. Wajah dan penampilan kelas menengah, yang kalau dilihat dari luar punya kesempatan untuk “cepat kaya”. Asal saja mereka mau bekerja di firma hukum papan atas yang sedang makmur, seperti impian sebagian kelas menengah yang memanjakan anak-anaknya.

Tapi keduanya memilih bergabung dalam satgas pemberantasan illegal fishing yang dipimpin aktivis senior: Mas Achmad Santosa. Dari foto-foto yang ditayangkan Najwa Shihab, tampak mereka tengah menumpang sekoci kecil mendatangi kapal-kapal pencuri ikan. Dari Ambon, mereka menuju ke Tual, Benjina, dan pusat-pusat penangkapan ikan lainnya di Arafura.

Itu baru permulaan. Sebab, pencurian besar-besaran baru akan terjadi dua-tiga bulan ke depan. Dan mereka, para pencuri itu, datang dengan kapal yang lebih besar. Bahkan mungkin dengan “tukang pukul” yang siap mendorong mereka ke laut menjadi mangsa ikan-ikan ganas.


Uang atau Meaning?

Di luar sana, anak-anak muda lainnya setengah mati cari kerja. Ikut seleksi menjadi calon PNS, pegawai bank, konsultan IT, guru, dosen dan seterusnya.

Seperti kebanyakan kaum muda lainnya, mereka semua didesak keluarga agar cepat mendapat pekerjaan, membantu keuangan keluarga, dan menikah pada waktunya. Cepat lulus, dan dapat pekerjaan yang penghasilannya bagus.

Tak sedikit di antara mereka yang beruntung bertemu orang-orang hebat, dari perusahaan terkemuka, mendapatkan pelatihan di luar negeri, atau penempatan di kota-kota besar dunia.

Tetapi semua itu akan berubah. Sebab atasan yang menyenangkan tak selamanya duduk di sana. Kursi Anda bisa berpindah ke tangan orang lain. Kaum muda akan terus berdatangan dan ilmu-ilmu baru terus berkembang. Bulan madu karier pun akan berakhir. Mereka akan tampak tua di mata kaum muda yang belakangan hadir.

Sebagian dari mereka juga ada yang menjadi wirausaha. Tidak sedikit yang tersihir oleh kode-kode yang dikirim sejumlah orang tentang jurus-jurus cara cepat menjadi kaya raya. Bisa saja mereka berhasil meraih banyak hal begitu cepat. Tetapi benarkah mereka berhasil selama-lamanya?

Pengalaman saya menemukan, orang-orang yang dulu begitu getol mencari uang kini justru tak mendapatkan uang. Di usia menjelang pensiun, semakin banyak orang yang datang mengunjungi teman-teman lama sekedar untuk mendapatkan pinjaman. Sebagian lagi hanya bisa sharing senandung duka.

Kontrak rumah dan uang kuliah anak yang belum dibayar, pasangan yang pergi meninggalkan keluarga dan serangan penyakit bertubi-tubi. Padahal dulu mereka begitu getol mengejar gaji besar, berpindah-pindah kerja demi kenaikan pendapatan.

Saya ingin membeitahu anda nasehat yang pernah disampaikan  oleh Co-Founder Apple: Guy Kawasaki kepada kaum muda ia pernah mengatakan begini:
“Kejarlah meaning. Jangan kejar karier demi uang. Sebab kalau kalian kejar uang, kalian tidak dapat ‘meaning’, dan akhirnya tak dapat uang juga. Kalau kalian kejar ‘meaning’ maka kalian akan mendapatkan position, dan tentu saja uang.”


Lantas apa itu meaning?

Meaning itulah yang sedang dikerjakan anak-anak perempuan tadi yang saya temui dalam tapping program televisi Mata Najwa edisi hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei beberapa hari ke depan. Menjadi relawan dalam team pemberantas illegal fishing.

Dan itu pulalah yang dulu dilakukan oleh para mahasiswa kedokteran di STOVIA yang mendirikan Boedi Oetomo yang menandakan Kebangkitan Nasional Indonesia. Bahkan itu pula yang dijalankan oleh seorang insinyur lulusan ITB yang merintis kemerdekaan Indonesia, Ir. Soerkarno. Itu pula yang dilakukan para CEO terkemuka saat mereka muda.

Di seluruh dunia, para pemimpin itu lahir dari kegigihannya membangun meaning, bukan mencari kerja biasa. Dalam kehidupan modern, itu pulalah jalan yang ditempuh para miliarder dunia. Mereka bukanlah pengejar uang, melainkan pengejar mimpi-mimpi indah. Seperti yang diceritakan oleh banyak eksekutif Jerman yang dulu menghabidkan waktu berbulan-bulan kerja sosial di Afrika. “Tidak saya duga, apa yang saya lakukan 20 tahun lalu itulah yang diperhatikan pemegang saham,” ujar mereka.

Saya jadi ingat dengan beberapa orang yang mencari kerja di tempat saya, baik di UI maupun di berbagai aktivitas saya. Ada yang benar-benar realistis, datang dengan gagasan untuk membangun meaning dan ada yang sudah tak sabaran mendapatkan gaji besar.

Kelompok yang pertama, sekarang bisa saya sebutkan mereka berada di mana saja. Sebagian sudah menjadi CEO, pemimpin pada berbagai organisasi dan tentu saja wirausaha yang hebat atau Ph.D lulusan universitas terkemuka.

Namun kelompok yang kedua, datang dengan tawaran yang tinggi. Ya, mereka menilai diri jauh lebih tinggi dari kemampuan mereka. Dan tak jarang ada yang diminta berhenti oleh keluarganya hanya beberapa bulan setelah bekerja, demi mencari pekerjaan yang gajinya lebih besar. Amatilah mereka yang baru menikah. Kalau bukan pasangannya, bisa jadi orang tua atau mertua ikut mengubah arah hidup dan mereka pun masuk dalam pusaran itu.

Padahal, semua orang tahu orang yang mengejar meaning itu  menjalankan sesuatu yang mereka cintai dan menimbulkan kebahagiaan.  Dan bahagia itu benih untuk meraih keberhasilan. Orang yang mengejar gaji berpikir sebaliknya, kaya dulu, baru bahagia. Dan ini tumbuh subur kala orang dituntut lingkungannya untuk mengkonsumsi jauh lebih besar dari pendapatan.

Sebaliknya, mereka yang membangun meaning, tahu persis, musuh utama mereka adalah konsumsi yang melebihi pendapatan.


Potret Diri

Kalau saya merefleksikan ke belakang tentang hal-hal yang saya jalani dalam hidup saya, maka dapat saya katakan saya telah menjalani semua yang saya sebutkan di atas. Sementara teman-teman yang 30 tahun lalu memamerkan kartu kreditnya (saat itu adalah hal baru bagi bangsa ini), pekerjaan dengan gaji besar, jabatan dan seterusnya, kini justru tengah mengalami masa-masa yang pahit.

Seorang pengusaha besar mengatakan begini: “Uang itu memang tak punya mata, tetapi mempunyai penciuman. Ia tak bisa dikejar, tapi datang tiada henti pada mereka yang meaning-nya kuat.”

Di dinding perpustakaan kampus Harvard saya suka tertegun membaca esay-esay singkat yang ditulis oleh para aplikan yang lolos seleksi. Dan tahukah Anda, mereka semua menceritakan perjalanan membangun meaning. Maka saya tak heran saat Madame Sofia Blake, istri duta besar Amerika Serikat di sini berkunjung ke Rumah Perubahan minggu lalu, ia pun membahas hal yang sama untuk membantu 25 putra-putri terbaik Indonesia agar bisa tembus diterima di kampus utama dunia.

Meaning itu adalah cerita yang melekat pada diri seseorang, yang menciptakan kepercayaan, reputasi, yang akhirnya itulah yang anda sebut sebagai branding. Anda bisa mendapatkannya bukan melalui jalan pintas atau lewat jalur cara cepat kaya.

Meaning itu dibangun dengan cara yang berbeda dari yang ditempuh pekerja biasa. Dari terobosan-terobosan baru. Dan kadang, dari bimbingan orang-orang besar yang memberikan contoh dan mainan baru. Ya, contoh dan mainan itulah yang perlu kita cari, dan terobosan-terobosan yang kita lakukan kelak memberikan jalan terbuka.

Selamat mencoba. Selamat hari Kebangkitan Nasional. Jangan lupa pemuda yang dulu membangkitkan kesadaran berbangsa di negeri ini adalah juga para pembangun meaning.





Source: link

Jumat, 24 Juni 2016

Do Good










What does we get in return for doing good?
We get nothing...

We won't be richer
Won't appear on TV
Still anonymus
And not a bit famous

What we does receive are emotions
We witnesses happiness
Reaches a deeper understanding
Feels the love
Receive what money can't buy

Made a world more beautiful







Kamis, 12 Mei 2016

One Behavior Separates the Successful from the Average

By: Benjamin P. Hardi





A certain farmer had become old and ready to pass his farm down to one of his two sons. When he brought his sons together to speak about it, he told them: The farm will go to the younger son.

The older son was furious! “What are you talking about?!” he fumed.

The father sat patiently, thinking.

“Okay,” the father said, “I need you to do something for me. We need more stocks. Will you go to Cibi’s farm and see if he has any cows for sale?”

The older son shortly returned and reported, “Father, Cibi has 6 cows for sale.”

The father graciously thanked the older son for his work. He then turned to the younger son and said, “I need you to do something for me. We need more stocks. Will you go to Cibi’s farm and see if he has any cows for sale?”

The younger son did as he was asked. A short while later, he returned and reported, “Father, Cibi has 6 cows for sale. Each cow will cost 2,000 rupees. If we are thinking about buying more than 6 cows, Cibi said he would be willing to reduce the price 100 rupees. Cibi also said they are getting special jersey cows next week if we aren’t in a hurry, it may be good to wait. However, if we need the cows urgently, Cibi said he could deliver the cows tomorrow.”

The father graciously thanked the younger son for his work. He then turned to the older son and said, “That’s why your younger brother is getting the farm.”


Successful People Initiate

Most people only do what they are asked, doing only the minimum requirement. They need specific instructions on most things they do.

Conversely, those who become successful are anxiously engaged in a good cause. They don’t need to be managed in all things. They don’t just do the job, they do it right and complete. They also influence the direction for how certain ideas and projects go.

Most importantly, those who become successful initiate. They reach out to people, ask questions, make recommendations, offer to help, and pitch their ideas.

Being successful requires being proactive and not waiting for life to come to you. It means you’re on offense, not defense. You’re active, not passive.

In every organization, there are a select few employees who would be difficult to replace. For the most part, most people are like the older son in the story. Most people could be easily replaced. Most people are passive and reactive. They require specific instructions. They need to be governed and managed in all things.

Initiation always involves some degree of risk. You’re putting yourself out there and there is a chance you could fail.

Conversely, doing only what you’re told entails no risk and carries no responsibility. It’s playing safe.


Conclusion

Are you an initiator? You absolutely can be.

But if not, one thing is for certain: Life isn’t going to wait for you.




Source

Minggu, 20 Maret 2016

'Cause it's you



What day is it?
And in what month?
This clock never seemed so alive


I can't keep up and I can't back down
I've been losing so much time


All of the things that I want to say just aren't coming out right
I'm tripping on words
You got my head spinning
I don't know where to go from here

Something about you now
I can't quite figure out


Everything she does is beautiful
Everything she does is right

'Cause it's you and me and all of the people with nothing to do, nothing to lose and 
nothing to prove
And I don't know why I can't keep my eyes off of you



You and Me - Lifehouse

Rabu, 03 Februari 2016

50 Ways Happier, Healthier, And More Successful People Live On Their Own Terms



1. Stop consuming caffeine
Although people think they perform better on caffeine, the truth is, they really don’t. Actually, we’ve become so dependent on caffeine that we use it to simply get back to our status-quo. When we’re off it, we underperform and become incapable.
Isn’t this absurd?
With healthy eating, sleeping, and exercise, your body will naturally produce far more and better energy than caffeine could ever provide. Give it up and see what happens. You will probably get withdrawal headaches. But after a few days, you’ll feel amazing.

2. Pray or meditate morning, mid-day, and night
In a recent interview at the Genius Network mastermind event, Joe Polish asked Tony Robbins what he does to get focused. “Do you meditate? What do you do?” Joe asked.
“I don’t know that I meditate. I don’t know that I want to meditate and think about nothing,” Tony responded, “My goal is clarity.”
Instead of full-on meditation, Tony has a morning routine that includes several breathing exercises and visualization techniques that get him to a state of clarity and focus. For me, I use prayer and pondering (my version of meditation) as the same vehicle.
Whatever your approach, the goal should be clarity and focus. What do you want to be about today?
What few things matter most during the next 24 hours?
I’ve gotten the best results as my morning prayer and meditation are motivational; my afternoon prayer and meditation are strategic; and my evening prayer and meditation are evaluative and educational.

3. Read 1 book per week
Ordinary people seek entertainment. Extraordinary people seek education and learning. It is common for the world’s most successful people to read at least one book per week. They are constantly learning.
I can easily get through one audiobook per week by just listening during my commute to school and while walking on campus. Taking even 15–30 minutes every morning to read uplifting and instructive information changes you. It puts you in the zone to perform at your highest.
Over a long enough period of time, you will have read hundreds of books. You’ll be knowledgeable on several topics. You’ll think and see the world differently. You’ll be able to make more connections between different topics.
Reference #19 on this list if you feel you’re “too busy” to read one book per week. There are methods to make this task extremely easy.

4. Write in your journal 5 minutes per day
This habit will change your life. Your journal will:
  • Clear your emotions serving as your personal therapist
  • Detail your personal history
  • Enhance your creativity
  • Ingrain and enhance your learning
  • Help you get clarity on the future you want to create
  • Accelerate your ability to manifest your goals
  • Increase your gratitude
  • Improve your writing skills
  • Lots more
Five minutes per day is more than enough. Greg McKeown, author of Essentialism, recommends writing far less than you want to — only a few sentences or paragraphs at most. This will help you avoid burnout.

Kamis, 14 Januari 2016

And Me ....




And me, before I die I want to .....




And me, a confession that .........




And me, when I was little I wanted to be ........ , today I want to be ..........