Halaman

Selasa, 19 April 2011

Mangga Vs Pencit

Anda pasti tahu "pencit" kan? Pencit merupakan sebutan bagi orang jawa untuk mangga muda yang masih belum matang benar. Apa yang anda rasakan? Asam, kecut, tidak enak. Intinya dengan kita mengambil pencit dari pohonnya maka kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati mangga yang sudah matang atau masak pohon. Mangga yang sudah masak tentu rasanya manis, segar, dan enak. Hal ini tentu tidak bisa didapat bila kita memakan pencit yang notabene rasanya tidak seenak mangga. Bila kita sabar menunggu bukan tidak mungkin kita bisa merasakan mangga, bukan pencit. Apalagi bila kita memiliki beberapa pohon mangga yang bisa menghasilkan uang. Nilai mangga masak tentu lebih mahal daripada pencit sehingga kita bisa memperoleh banyak keuntungan jikalau menjual mangga.

Ilustrasi mangga vs pencit di atas mengisyaratkan bahwa hendaknya kita bersabar dalam segala hal. Akan banyak manfaat yang kita peroleh jika kita tidak menuruti nafsu yang ada pada diri kita. Mengesampingkan hawa nafsu berati kita bisa memperoleh "mangga" bukan "pencit". Hal ini perlu ditekankan dalam setiap hal dari kehidupan kita. Menunggu hingga matang bisa membuat kita lebih menikmati hasil, jangan terburu-buru dalam bertindak. Nafsu tentu tidaklah buruk, tapi harus dikontrol sehingga kita bisa memperoleh hasil yang baik dengan mengalahkan hawa nafsu tersebut. Tentu menyenangkan apabila kita mendapatkan "mangga" daripada "pencit". Maka dari itu bersabar, menunggu waktu yang tepat dalam bertindak, menekan hawa nafsu harus dinomersatukan.

Jadi pilih mangga atau pencit?

Senin, 18 April 2011

Perompak Somalia

Kita tentu menyesalkan apa yang telah terjadi di Somalia, para saudara kita yang tidak mempunyai salah apa-apa tiba-tiba ditangkap dan ditawan oleh perompak dari somalia. Dimana hati nurani para perompak tersebut? Para ABK pun juga punya keluarga yang sangat memikirkan mengenai keberadaan ABK, mereka tidak mau kehilangan orang tua, suami, kakek, paman, kakak di tangan para perompak Somalia begitu saja. Perompak Somalia ini meminta sejumlah tebusan dari perusahaan pelayaran tempat para ABK bekerja, tapi karena nilai tebusan yang sangat besar dan tidak masuk akal, perusahaan pelayaran juga tentu memikirkan untung-ruginya jika tebusan itu dibayarkan. Perompak Somalia meminta tebusan yang sangat tinggi sehingga tidak mungkin di tebus oleh perusahaan pelayaran. Tapi ini menjadi masalah dimana perusahaan mau memperkerjakan mereka tapi tidak mau bertanggung jawab apabila pekerja tersebut terkena masalah yang demikian. Mungkin, seharusnya Perusahaan pelayaran tersebut segera membayar tebusan atau melakukan hal yang lain yang bisa menolong nyawa para ABKnya. Menyelamatkan nyawa seseorang merupakan hal yang terpenting yang harus dilakukan sekaranga.

Disisi lain Pemerintah Indonesia tampaknya hanya diam berpangku tangan mengenai masalah ini, nyawa warga negaranya juga dipertaruhkan disini. Bukankah Indonesia terkenal dengan angkatan bersenjata yang cukup disegani di dunia Internasional? Sebut saja Kopasus yang termasuk angkatan bersenjata yang ditakuti oleh megara lain, TNI-AL yang memiliki armada laut yang kuat dan sangat termasyur dibanding angkatan bersenjata lain di Indonesia. Mengapa hal ini tidak digunakan oleh pemerintah dalam proses pembebasan rakyat Indonesia yang nyawanya terancam di Negeri orang? Padahal pemerintah Somalia juga sangat mendukung langkah militer ini apabila langkah militer dipilih oleh pemerintah Indonesia dalam penyelamatan nyawa para ABK yang ditawan perompak.

Dalam hal ini, saya tidak menyalahkan pemerintah Indonesia, juga tidak menyalahkan perusahaan tempat para ABK bekerja dan juga Perompak Somalia.Pemerintah Indonesia pasti harus memikirkan matang-matang mengenai baik-buruknya proses penyelamatan yang dilakasanakan oleh militer bagi seluruh Indonesia. Perusahaan juga tentu memikirkan karyawan yang lain, proses berjalannya perusahaan apabila membayarkan tebusan begitu saja. Perompak Somalia juga butuh makan sehingga melakukan hal yang nekat seperti pembajaka kapan yang melanggar HAM. Tinggal kita yang harus mencari solusi yang terbaik daripada mengkritik apalagi mencela pemerintah Indonesia, perusahaan pelayaran dan perompak Somalia. Pikirkan solusi yang harus dilakukan sebelum mengkritik.

Semoga hal ini tidak terjadi lagi dimasa mendatang.

Sabtu, 16 April 2011

Pernikahan Kerajaan

miris melihat kedua stasiun televisi lokal menayangkan pernikahan kerajaan inggris yang notabene tidak memberikan manfaat sama sekali terhadap bangsa indonesia. mengapa pernikahan kerajaan inggris tersebut di beritakan? apakah wajib ya setiap televisi harus memberitakannya? apakah rakyat indonesia menginginkan itu? atau sekedar ingin yahu? Mungkin ada keuntungan ekonomi pada saat penayangan pernikahan tersebut, tapi apa?

Bukankah banyak kerajaan di Indonesia, mungkin kalo memberitakan pernikahan mereka tidak cukup satu-dua hari hanyua untuk memberitakannya saja. Apa ini cermin cinta Indonseia dari kedua stasiun televisi tersebut? banyak juga masyarakat yang ingin tahun juga kondisi kerajaan yang ada di Indonesia. Bahkan kerajaaan yang agak terekspos cuma satu yaitu ngayogyokarto hadiningrat, atu lebih di kenal Jogjakarta. Masih banyak kerajaan di Indonesia yang seharusnya di beritakan dan di dukung oleh media massa sehingga keberadaanya menjadi di ketahui dan dihargai oleh masyarakat. Malahan kedua stasiun televisi tersebut menayangkan pernikahan kerajaan inggris yang sama sekaloi tidak ada manfaatnya pada bangsa Indonesia.

Mungkin yang digadang-gadangkan kementrian perdagangan perihal "Aku Cinta Produk Indonesia" tidak tercerminkan dalam hal ini. Apalagi Kedua stasiun televisi tersebut menurut saya merupakan yang terdepan dalam pemberitaan kejadian-kejadian yang terjadi di wilayah negara Indonesia.

Semoga di masa mendatang lebih banyak kerajaan Indonesia yang terekspos dan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia dan secara langsung akan memberikan pundi-pundi rupiah yang mengalir ke masyarakat.

19 tahun


Di usia yang sudah 19 tahun ini, saya sangat bersyukur atas karunia dan segala sesuatu yang saya peroleh dari Allah SWT. Saya mulai hidup sendiri di usia ini, jauh dari orang tua tapi masih tergantung orangtua atas segala sesuatu. Maklum saya masih mahasiswa di salah satu perguruan tinggi. Nah itu salah satu cintoh yang harus saya syukuri, bisa KULIAH. Banyak orang2 yang tentu lebih pintar dan lebih pantas dari saya untuk kuliah tapi tidak bisa meneruskan pendidikan ini. Tentu saya sangat bersyukur atas segala sesuatu yang telah di berika oleh Allah. Tidak bisa saya sebutkan satu persatu apa yang telah Allah anugrahkan pada saya karena saking banyaknya hingga tidak bisa menyebutkan satu persatu.

Saya merasa belum banyak berbuat yang berguna bagi orangtua, agama, negara dan masyarakat yang ada di sekitar saya. Kalo ini merupakan salah saya, saya belum memaksimalakan potyensi dan anugrah yang di berikan pada saya. Semoga dengan tulisan ini saya mulai memberikan arti bagi orang lain. Amin. Sehingga saya tidak termasuk orang-orang yang merugi.