Halaman

Jumat, 13 Mei 2011

Bus melaju kencang

Kemarin saya pulang ke Surabaya, tidak dalam rangka apa-apa sih tapi hati ini loh membuat saya ingin pulang saja, iri melihat teman-teman kuliah yang pulang ke rumah mereka setiap minggu (padahal ada temen saya yang belum pulang kampung dari pertama kuliah, emang saya yang kurang bersyukur). Ada satu cerita yang menarik tapi gag gitumenarik-menarik amat cuma sekedar sharing aja, saat perjalanan kemarin, saya pulang menggunakan bus, tapi yang beda sekarang saya pulang pada waktu mata saya terbangun --saya biasanya pulang pada pertengahan dini hari sehingga saya langsung tidur begitu duduk di dalam bus-, sehingga situasi saat bis sedang salip-menyalip sangat terasa, bus meliuk-liuk ke kanan dan ke kiri sehingga hentakannya sangat terasa sekali, jantung ini rasanya mau copot saat bus menge-rem secara sangat mendadak.

Bus rute Jogja-Surabaya memang sangat terkenal akan kecepatan dan ke ugal-ugala nnya. Saya sudah merasakan hal itu, pernah suatu kali saat perjalanan malam saya, dari Surabaya sampai Jogja hanya ditempuh dalam waktu hanya 5 jam saja, padahal biasanya membutuhkan kurang lebih 8-9jam. Perut rasanya sangat mual saat turun dari bus —terasa masih digoyang-goyang oleh liukan bus- langsung muntah-muntah. Bagi yang belum terbiasa mungkin tidak akan bisa tidur saat perjalanan, tapi kalo yang sudah biasa diliuk-liukkan bus rasanya hanya seperti naik odong-odong saja. Liuk kanan –liuk kiri, seperempat jam kemudian muntah-muntah.

Kamis, 05 Mei 2011

Cie-cie

"Romantis itu, Kalo aku yang jadi Imam dan dia yang jadi makmumnya. Subhanallah"

Kata-kata yang menurut saya sangat romantis dan bernuansa Islam sekali. Saya menemukan kata-kata ini di BB temen saya, yang dia gunakan sebagai foto profil aplikasi BBM nya. Di sini menunjukan bahwa romantis itu kalau pas waktu sholat Si laki-laki bertindak sebagai Imam dan pasangan nya yang sudah pasti perempuan bertindak sebagai Makmum pada kondisi sholat berjamaah. Subhanallah. Sungguh romntis bukan? Saya begitu mengetahui kata-kata tersebut langsung saya pasang sebagai status di Facebook dan langsung menuai banyak komentar dari teman-teman saya. Hehehe. Komentarnya pun bermacam-macam, ada yang sekedar “suka” dengan status tersebut, ada yang bilang “cie-cie” menganngap saya sudah mempunyai pasangan, ada pula yang komentarnya sangat lucu, yaitu bahwa kata dia pada kata-kata diatas, bisa saja merujuk pada laki-laki. Emang saya homo yah?

Oh ya ada lagi kata-kata yang sangat aneh menurut saya pribadi yaitu,
“ Jodoh itu tidak perlu dicari, karena jodoh ada di tangan Tuhan”

Kalau yang ini belum saya pasang di status FB, tapi ada komentar dari teman saya mengenai kata-kata diatas, yaitu kalau gag dicari terus dapet nya bagaimana? Maksudnya kalau kita hanya menunggu saja pasti tidak akan diberi-beri oleh Tuhan, hanya menunggu saja tanpa usaha apapun tentu tidak akan mendapat jodoh. Sama seperti rezeki yang dijanjikan Tuhan kepada umatnya, kalau gag dicari ya bagaimana dapat rezeki, Jodoh kan juga termasuk rezeki. Kalo jodoh kita cantik, sholehah, pintar, dan yang terpenting “mau” sama kita tentu ini yang namanya rezeki tidak kemana-mana.hehehe.