Kemarin saya pulang ke Surabaya, tidak dalam rangka apa-apa sih tapi hati ini loh membuat saya ingin pulang saja, iri melihat teman-teman kuliah yang pulang ke rumah mereka setiap minggu (padahal ada temen saya yang belum pulang kampung dari pertama kuliah, emang saya yang kurang bersyukur). Ada satu cerita yang menarik tapi gag gitumenarik-menarik amat cuma sekedar sharing aja, saat perjalanan kemarin, saya pulang menggunakan bus, tapi yang beda sekarang saya pulang pada waktu mata saya terbangun --saya biasanya pulang pada pertengahan dini hari sehingga saya langsung tidur begitu duduk di dalam bus-, sehingga situasi saat bis sedang salip-menyalip sangat terasa, bus meliuk-liuk ke kanan dan ke kiri sehingga hentakannya sangat terasa sekali, jantung ini rasanya mau copot saat bus menge-rem secara sangat mendadak.
Bus rute Jogja-Surabaya memang sangat terkenal akan kecepatan dan ke ugal-ugala nnya. Saya sudah merasakan hal itu, pernah suatu kali saat perjalanan malam saya, dari Surabaya sampai Jogja hanya ditempuh dalam waktu hanya 5 jam saja, padahal biasanya membutuhkan kurang lebih 8-9jam. Perut rasanya sangat mual saat turun dari bus —terasa masih digoyang-goyang oleh liukan bus- langsung muntah-muntah. Bagi yang belum terbiasa mungkin tidak akan bisa tidur saat perjalanan, tapi kalo yang sudah biasa diliuk-liukkan bus rasanya hanya seperti naik odong-odong saja. Liuk kanan –liuk kiri, seperempat jam kemudian muntah-muntah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar