Kita tentu menyesalkan apa yang telah terjadi di Somalia, para saudara kita yang tidak mempunyai salah apa-apa tiba-tiba ditangkap dan ditawan oleh perompak dari somalia. Dimana hati nurani para perompak tersebut? Para ABK pun juga punya keluarga yang sangat memikirkan mengenai keberadaan ABK, mereka tidak mau kehilangan orang tua, suami, kakek, paman, kakak di tangan para perompak Somalia begitu saja. Perompak Somalia ini meminta sejumlah tebusan dari perusahaan pelayaran tempat para ABK bekerja, tapi karena nilai tebusan yang sangat besar dan tidak masuk akal, perusahaan pelayaran juga tentu memikirkan untung-ruginya jika tebusan itu dibayarkan. Perompak Somalia meminta tebusan yang sangat tinggi sehingga tidak mungkin di tebus oleh perusahaan pelayaran. Tapi ini menjadi masalah dimana perusahaan mau memperkerjakan mereka tapi tidak mau bertanggung jawab apabila pekerja tersebut terkena masalah yang demikian. Mungkin, seharusnya Perusahaan pelayaran tersebut segera membayar tebusan atau melakukan hal yang lain yang bisa menolong nyawa para ABKnya. Menyelamatkan nyawa seseorang merupakan hal yang terpenting yang harus dilakukan sekaranga.
Disisi lain Pemerintah Indonesia tampaknya hanya diam berpangku tangan mengenai masalah ini, nyawa warga negaranya juga dipertaruhkan disini. Bukankah Indonesia terkenal dengan angkatan bersenjata yang cukup disegani di dunia Internasional? Sebut saja Kopasus yang termasuk angkatan bersenjata yang ditakuti oleh megara lain, TNI-AL yang memiliki armada laut yang kuat dan sangat termasyur dibanding angkatan bersenjata lain di Indonesia. Mengapa hal ini tidak digunakan oleh pemerintah dalam proses pembebasan rakyat Indonesia yang nyawanya terancam di Negeri orang? Padahal pemerintah Somalia juga sangat mendukung langkah militer ini apabila langkah militer dipilih oleh pemerintah Indonesia dalam penyelamatan nyawa para ABK yang ditawan perompak.
Dalam hal ini, saya tidak menyalahkan pemerintah Indonesia, juga tidak menyalahkan perusahaan tempat para ABK bekerja dan juga Perompak Somalia.Pemerintah Indonesia pasti harus memikirkan matang-matang mengenai baik-buruknya proses penyelamatan yang dilakasanakan oleh militer bagi seluruh Indonesia. Perusahaan juga tentu memikirkan karyawan yang lain, proses berjalannya perusahaan apabila membayarkan tebusan begitu saja. Perompak Somalia juga butuh makan sehingga melakukan hal yang nekat seperti pembajaka kapan yang melanggar HAM. Tinggal kita yang harus mencari solusi yang terbaik daripada mengkritik apalagi mencela pemerintah Indonesia, perusahaan pelayaran dan perompak Somalia. Pikirkan solusi yang harus dilakukan sebelum mengkritik.
Semoga hal ini tidak terjadi lagi dimasa mendatang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar